Pep Guardiola Lebih Suka Tangani Manchester United
Guardiola kabarnya lebih suka untuk menggantikan peran Sir Alex Ferguson ketimbang melatih di tim lain.
Pep Guardiola kini masih betah menganggur
setelah meninggalkan kursinya di Barcelona, akhir musim kemarin. Akan
tetapi, yang bersangkutan kabarnya tengah bersiap untuk kembali melatih
pada awal musim depan.
Sebelum ini, Pep sendiri kabarnya didekati
oleh AC Milan, Bayern Munich, Chelsea dan Manchester City. Namun,
pilihan yang menjadi favorit pria Spanyol itu justru Manchester United,
demikian penuturan salah satu sumber yang dekat dengan Guardiola.
Adapun, United sendiri saat ini sedang tidak mencari manajer baru. Meskipun demikian, The Sun dan Daily Mail mengklaim bahwa Pep suatu saat ingin mengambil alih jabatan di Old Trafford sekaligus untuk jadi suksesor Sir Alex Ferguson.
Seperti diketahui, Fergie yang akan genap berusia 71 tahun pada
Desember mendatang masih saja menyimpan rahasia perihal rencana
pensiunnya. Dan menanggapi hal tersebut, Pep kabarnya akan setia
menunggu hingga ia mendapatkan pekerjaan yang diinginkan.
“Seluruh sejarah Manchester United, hubungannya dengan Sir Alex dan
cara klub dijalankan menarik perhatian Pep,” ungkap sumber tersebut.
“Sekarang, saya akan terkejut jika dia pergi ke Chelsea. Dia
benar-benar ingin menunggu pekerjaan dari United, meski hal itu akan
memperpanjang waktunya dari masa menganggur.”
Peter Schmeichel: Sir Alex Ferguson Layak Diabadikan
Peter Schmeichel menilai Sir Alex Ferguson layak mendapatkan
apresiasi tinggi atas apa yang ia lakukan untuk Manchester United dan
Liga Primer Inggris.
Seperti yang diketahui, sosok asal Denmark tersebut menjadi tamu VIP ketika patung Ferguson diperkenalkan pekan lalu.
"Ini
adalah klub spesial. Saya gembira untuk Sir Alex. Dia layak
mendapatkannya. Dia menyentuh banyak kehidupan, orang-orang yang bekerja
untuk klub setiap hari, staffnya, pemainnya, tetapi di luar semua itu,
semua suporter Manchester United dan fans sepakbola secara umum," ujar
Schmeichel kepada Red View.
"Dia memiliki pengaruh dalam
kehidupan mereka selama bertahun-tahun dan ia harus mendapatkan banyak
apresiasi untuk apa yang terjadi di Liga Primer Inggris yang sekarang
menjadi kompetisi terbaik di dunia."
"Dia telah melihat hal
tersebut sejak dini, ketika dia pertama kali datang ke klub, dan memulai
proses yang dirancang untuk memiliki efek beberapa tahun kemudian.
Ketika seluruh budaya sepakbola berubah, dia melihatnya dan mengubah hal
itu."
Sir Alex Ferguson Hidup Selamanya
Setelah 26 tahun melatih Manchester United,
Sir Alex Ferguson akan ‘hidup selamanya’ sejak Jumat (23/11) lalu ketika
patung perunggunya diresmikan di Old Trafford.Pelatih asal Skotlandia berusia 70 tahun ini berhasil memenangkan 37 trofi bersama The Red Devils. Sebuah rekor yang akan sulit diulangi oleh pelatih manapun.
Dalam peresmian patung tersebut, terdapat 2500 fans dan para eks
pemain Iblis Merah seperti Eric Cantona, Ole Gunnar Solskjaer, Peter
Schmeichel, Ruud van Nistelrooy, dan Bobby Charlton.
Sir Alex pun mengungkapkan kegembiraanya, “Ini adalah momen yang
membanggakan. Normalnya, orang akan meninggal sebelum patungnya ada.
Namun, saya mengalahkan kematian!”
Selesai
November 24, 2012 10:00 PM WIB Old Trafford — Manchester Wasit: L. Probert Jumlah Penonton: 75603
Manchester United merebut kembali posisi puncak dari tangan Manchester City.
Manchester United akhirnya bisa meraih
kemenangan 3-1 saat menjamu Queen Park Rangers dalam lanjutan Liga
Primer Inggris di Old Trafford, Sabtu (24/11) dini hari WIB.
The Red Devils sempat tertinggal lebih dahulu lewat aksi Jamie Mackie pada menit ke-52. Namun, pasukan Sir Alex Ferguson itu melakukan aksi comeback yang luar biasa. Dalam waktu sepuluh menit di pertengahan babak kedua, mereka mampu mencetak tiga gol.
Dengan
kemenangan ini, United berhak kembali merebut posisi puncak klasemen
sementara dari tangan klub rival, Manchester City. United mengumpulkan
30 poin, unggul dua poin dari The Citizens, yang baru akan bertanding lawan Chelsea pada Minggu (25/11) malam WIB.
Babak Pertama
Tuan
rumah mulai melakukan inisiatif menyerang. Sebuah usaha dilakukan lewat
pergerakan Ashley Young yang mengirim bola kepada Patrice Evra. Bek
kiri itu kemudian mengirimkan umpan kepada Danny Welbeck, namun masih
ada pemain lawan yang memotong bola.
Tim tamu juga memiliki
peluang lewat aksi Mackie. Sang gelandang berusaha masuk ke jantung
pertahanan United, namun mampu dihalau Rio Ferdinand. Beberapa saat
kemudian, Mackie bekerjasama dengan Djibril Cisse, namun kembali dapat
dijaga ketat oleh Ferdinand.
Pada menit ke-13, kerjasama apik Ashley Young dan Rafael da Silva sempat mengancam pertahanan kiri QPR. Beruntung umpan crossing pemain asal Brasil itu dapat dimentahkan pertahanan lawan.
Dua menit berselang, peluang bagus didapat United. Berawal dari crossing
Rafael di sisi kiri, bola mampu dikuasai Robin van Persie di tengah
kotak penalti. Saat melakukan sepakan, bola mampu dihalau pemain lawan.
Paul Scholes berusaha meneruskan bola muntah, namun kiper Julio Cesar
lebih dahulu bisa menggapai dengan tangannya.
Van Persie nyaris
saja mencetak gol pada menit ke-19. Menerima umpan Danny Welbeck yang
masuk ke sisi kanan kotak penalti QPR, striker asal Belanda itu
meneruskan dengan sepakan keras, namun tipis di sisi kanan gawang Cesar.
Peluang
emas didapat United pada menit ke-26. Kerjasama Wayne Rooney dan
Scholes di depan kotak penalti berujung pada sepakan keras Young dengan
kaki kirinya, namun bola masih tipis di sisi kiri gawang.
United
terus berusaha mengurung pertahanan QPR. Tiga peluang emas didapat
United saat pertandingan memasuki menit ke-33. Umpan van Persie mampu
diteruskan dengan sepakan Evra lewat kaki kirinya, namun bola mampu
dimentahkan Cesar. Beberapa saat kemudian, giliran sepakan kaki kanan
Rooney usai menerima umpan Welbeck yang masuk ke sisi kiri pertahanan
QPR, bisa diblok Cesar, dan bola muntah kembali digapai sang kiper.
Sesaat kemudian, usaha Rooney dengan tendangan kaki kanannya mampu
dimentahkan Cesar lagi.
QPR mampu mencetak gol pada menit ke-36
lewat sundulan kepala Mackie usai menerima umpan jauh Cisse, namun
dianulir wasit karena sudah terjebak dalam posisi off-side.
Saat
pertandingan menyisakan tiga menit lagi di waktu normal, Rooney
mengancam gawang Cesar dengan sepakan kerasnya di sisi kanan kotak
penalti usai menerima umpan sodoran Welbeck, namun bola mampu diblok
sang kiper.
Memasuki masa tambahan waktu di babak pertama ini,
Adel Taarabt mengancam dengan tendangan keras dari luar kotak penalti
usai menerima umpan Cisse, namun Andreas Lindegaard masih sigap
menangkap bola. Pertandingan babak pertama berakhir imbang tanpa gol.
Babak Kedua
Tim
tamu justru mampu unggul pada menit ke-52. Mackie sukses memanfaatkan
situasi sepak pojok. Kieron Dyer berusaha meneruskan bola hasil
tendangan sudut, namun masih bisa digagalkan Lindegaard. Bola kemudian
mampu disambar Mackie dengan sukses mencetak gol.
United berusaha mengejar gol usai tertinggal. Pada menit ke-62, peluang sempat didapat. Van Persie mengirim umpan crossing yang cukup berbahaya, namun masih bisa ditinju Cesar sebelum mendarat di depan gawang.
United
akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-64. Tendangan sudut yang
dilepaskan Rooney menemui kepala Welbeck. Bola kemudian menghampiri
Evans yang sudah ada di mulut gawang dan menyambar dengan sundulan
kepala. Gol ini disambut gemuruh seisi stadion yang disesaki para
pendukung United.
Tuan rumah hanya butuh waktu empat menit untuk
balik unggul. Berawal dari sepak pojok yang dilakukan Rooney, Darren
Fletcher mampu meneruskan dengan sundulan dari tengah kotak penalti. Ini
merupakan gol pertama sang gelandang dalam waktu 368 hari. Terakhir
kali ia mencetak gol adalah pada 24 November 2011, saat lawan Benfica di
ajang Liga Champions.
Pemain yang baru masuk menggantikan
Scholes, Javier 'Chicharito' Hernandez, akhirnya memastikan kemenangan
pada menit ke-72. Umpan terobosan Anderson, pemain yang juga baru masuk
bersamaan pada menit ke-58, mampu dituntaskan oleh striker asal Meksiko
tersebut.
Saat pertandingan babak kedua sudah memasuki masa injury time,
United nyaris memperbesar keunggulan. Umpan Chicharito kepada Rafael di
dalam kotak penalti masih belum mengarah tepat sasaran dan mampu
dihalau pemain bertahan QPR.
Van Persie nyaris mencatatkan
namanya di papan skor. Menerima umpan Anderson, dengan satu-dua kali
langkah, sang striker melepaskan sepakan keras ke arah gawang, namun
masih mampu dimentahkan dengan kaki Clint Hill.
Manchester United akhirnya mampu mengunci kemenangan krusial 3-1 dan berhak memuncaki klasemen sementara Liga Primer.
Susunan Pemain:
Manchester United Starting XI: Lindegaard; Rafael, Evans, Ferdinand, Evra; Young, Fletcher, Scholes, Rooney, Welbeck; van Persie.
Cadangan: De Gea, Jones, Smalling, Anderson, Cleverley, Powell, Chicharito.
Queen Park Rangers Starting XI: Cesar, Mbia, Hill, Nelsen, Traore, Derry, Faurlin, Mackie, Taarabt, Dyer, Cisse.
Selesai
November 21, 2012 2:45 AM WIB Türk Telekom Arena — Istanbul Wasit: Carlos Velasco Jumlah Penonton: 50278
Manchester United mengalami kekalahan pertama di Liga Champions musim ini.
Menghadapi Galatasaray yang dikenal kuat di
kandang, Sir Alex Ferguson justru menurunkan beberapa pemain mudanya di
ajang Liga Champions ini. Ia kembali mengandalkan Lindegaard di bawah
mistar. Yang cukup mengejutkan, Carrick dan Jones akan berduet di
sentral pertahanan United, sementara pemain muda Nick Powell untuk
pertama kalinya akan menjadi starter.
Sedangkan di lini depan, Chicharito diduetkan
dengan Danny Welbeck. Tak ada nama Robin van Persie maupun Wayne Rooney
di bangku cadangan United. Sementara itu, tim tuan rumah akan
mengandalkan Muslera yang selama ini menjadi kiper andalan mereka.
Sedangkan di sektor depan, Johan Elmander akan berduet dengan Burak
Yilmaz dalam laga yang digelar di Turk Telekom Arena, Selasa (20/11)
waktu setempat.
Babak pertama United
langsung berusaha mendominasi pertandingan sejak awal laga. Baru dua
menit berjalan, tendangan jarak jauh Tom Cleverley sudah mengancam
gawang lawan. Namun tuan rumah tidak tinggal diam, mereka mampu
membalikkan keadaan menghadapi lawan yang lebih banyak mengandalkan
pemain muda.
Peluang pertama diperoleh Yilmaz di menit kelima
tapi masih mampu digagalkan Lindegaard. Selama beberapa menit,
Galatasaray lebih mendominasi permainan dan lebih banyak melakukan
tendangan ke gawang lawan.
Meskipun begitu, usaha mereka belum
membuahkan hasil. Menjelang babak pertama berakhir, justru The Red
Devils yang lebih banyak menguasai bola tapi tetap belum ada peluang
yang berarti karena bola hanya sesekali masuk ke kotak penalti.
Peluang
bagus sempat diperoleh Nick Powell yang berawal dari tendangan sudut
Cleverle, tapi sundulannya masih membentur mistar gawang. Tuan rumah
juga mendapat peluang lewat Felipe Melo tapi tetap belum bisa
menghasilkan gol.
Babak kedua
Kedua
tim bergantian melakukan serangan di babak kedua. Peluang sempat didapat
Albert Riera tapi tendangan jarak jauhnya masih bisa ditangkap
Lindegaard. Serangan yang dilakukan tuan rumah terasa lebih gencar dan
merepotkan barisan pertahanan lawan.
Hasilnya, tim besutan Fatih
Terim itu berhasil membuka gol di menit ke-54. Tendangan pojok yang
dieksekusi Hamit Altintop mampu disundul Yilmaz dan merobek gawang
United. Tim tamu berusaha membalas tapi serangan yang dilakukan
Hernandez dan Welbeck masih belum berbuah gol.
Galatasaray justru
kembali mendapat peluang bagus yang membuat Lindegaard harus melakukan
beberapa kali penyelamatan. Ferguson kemudian menarik Anderson yang
lebih banyak berkutat di tengah untuk digantikan Ashley Young.
Namun
tuan rumah masih mendominasi dan kembali mendapat sejumlah peluang.
Ferguson kemudian memasukkan Federico Macheda untuk menambah daya dobrak
timnya. Galatasaray mulai mengendurkan serangan dan mencoba
menghabiskan waktu dengan melakukan pergantian pemain.
Peluang
emas kembali didapat Hernanez menjelang akhir pertandingan, tapi
usahanya untuk mencetak gol berhasil dicegah Eboue. Laga pun berakhir
dan United menderita kekalahan pertama di Liga Champions musim ini.
Hasil
ini tidak mempengaruhi posisi United yang sudah memastikan lolos ke
babak berikutnya sebagai juara grup. Sedangkan Galatasaray akan bersaing
ketat dengan Cluj yang sama-sama mengumpulkan tujuh poin.